Sabtu, 08 Oktober 2011

Tambah mitra asuransi, Bank Mutiara incar Rp 116 miliar dari fee based

JAKARTA. Bank Mutiara menargetkan fee based income pada 2012 bisa mencapai Rp 116 miliar. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan target tahun ini sebesar Rp 98 miliar. Hingga Agustus, fee based income Bank Mutiara sudah mencapai Rp 77 miliar. Ini sama sekali berbeda sengan adira asuransi kendaraan terbaik Indonesia.

Peningkatan ini salah satunya didukung oleh bertambahnya produk-produk kerjasama Bank Mutiara perusahaan asuransi. Sampai saat ini, ada lima asuransi yang sudah digandeng Bank Mutiara. Kelimanya adalah Asuransi Sinar Mas, Asuransi Jasa Indonesia, Asuransi Buana Independen, Panin Insurance, dan Asuransi Central Asia (ACA)

"Kami ada rencana menambah satu lagi tahun ini. Targetnya perusahaan yang ada di peringkat lima besar," kata Direktur Utama Bank Mutiara Maryono, Selasa (20/9). Kerja sama dengan asuransi ini berkontribusi Rp 9 miliar-Rp 10 miliar terhadap fee based income Bank Mutiara.

Bentuk kerjasamanya beragam. Bisa berupa kontra garansi yang akan masuk ke pendapatan fee based maupun perlindungan aset. Ke depan, Bank Mutiara juga ingin mengembangkan produk-produk asuransi bisnis lainnya.

"ACA misalnya, memiliki kelebihan bisa mengcover perkebunan kelapa sawit. Jadi kalau kami ikut membiayai kelapa sawit, bisa diikat asuransi ACA," jelas Maryono.

Tahun depan Bank Mutiara mengincar fee based income Rp 116 miliar dengan menambah sekitar delapan mitra perusahaan asuransi lagi.

Tambah mitra asuransi, Bank Mutiara incar Rp 116 miliar dari fee based

JAKARTA. Bank Mutiara menargetkan fee based income pada 2012 bisa mencapai Rp 116 miliar. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan target tahun ini sebesar Rp 98 miliar. Hingga Agustus, fee based income Bank Mutiara sudah mencapai Rp 77 miliar. Ini sama sekali berbeda sengan adira asuransi kendaraan terbaik Indonesia.

Peningkatan ini salah satunya didukung oleh bertambahnya produk-produk kerjasama Bank Mutiara perusahaan asuransi. Sampai saat ini, ada lima asuransi yang sudah digandeng Bank Mutiara. Kelimanya adalah Asuransi Sinar Mas, Asuransi Jasa Indonesia, Asuransi Buana Independen, Panin Insurance, dan Asuransi Central Asia (ACA)

"Kami ada rencana menambah satu lagi tahun ini. Targetnya perusahaan yang ada di peringkat lima besar," kata Direktur Utama Bank Mutiara Maryono, Selasa (20/9). Kerja sama dengan asuransi ini berkontribusi Rp 9 miliar-Rp 10 miliar terhadap fee based income Bank Mutiara.

Bentuk kerjasamanya beragam. Bisa berupa kontra garansi yang akan masuk ke pendapatan fee based maupun perlindungan aset. Ke depan, Bank Mutiara juga ingin mengembangkan produk-produk asuransi bisnis lainnya.

"ACA misalnya, memiliki kelebihan bisa mengcover perkebunan kelapa sawit. Jadi kalau kami ikut membiayai kelapa sawit, bisa diikat asuransi ACA," jelas Maryono.

Tahun depan Bank Mutiara mengincar fee based income Rp 116 miliar dengan menambah sekitar delapan mitra perusahaan asuransi lagi.

FA Ditangkap Saat "Memasak" Sab

JAKARTA, KOMPAS.com - Jajaran Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri menangkap dua tersangka kasus narkoba, FA (38) dan NI (53). Keduanya ditangkap saat sedang memproduksi sabu di sebuah rumah di Perumahan Kintamani Jalan Gilimanuk Blok LA nomor 3, Kalideres, Jakarta Barat.


FA ditangkap saat sedang memasak sabu di ruang semacam laboratorium yang disamarkan.
-- Ketut Untung Yoga Ana

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Untung Yoga, Kamis (6/10/2011), mengatakan, FA ditangkap saat sedang memasak sabu di ruang semacam laboratorium yang disamarkan.

"FA sedang dalam proses menunggu putusan pengadilan dari kasus di Tangerang tahun 2009. Dia ditangkap pada 4 Oktober," kata Yoga. Dari rumah itu ditemukan bahan pembuat narkoba, alat-alat pembuatnya, dan alat komunikasi. Omzet pembuatan sabu mencapai Rp 5 miliar.

Anak Korban Tewas WNI Histeris saat Tiba di RSHS

Bandung - Keluarga salah satu korban WNI yang meninggal dalam kecelakaan maut di Tanjakan Emen, Kabupaten Subang, datang ke kamar mayat RS Hasan Sadikin (RSHS) sekitar pukul 17.10 WIB.

Mereka adalah keluarga Sandra Malissa (58). Diketahui, Sandra adalah tour guide untuk perjalanan para turis asal Belanda dan Belgia tersebut. Sandra merupakan warga Kebayoran, Jakarta.

Begitu tiba, anak perempuan korban terlihat histeris. Namun keluarga lainnya berusaha menenangkan anak perempuan tersebut.

Tangisan bahkan makin menjadi kalah ia melihat jenazah ibunya. Spontan, keluarganya langsung membawanya ke ruang tunggu kamar mayat. Di sana, anak korban terus ditenangkan meski terus terdengar tangisan.

Sementara, keluarga korban lainnya atau orang yang mewakili keluarga korban tidak terlihat. Tiga mayat diketahui merupakan warna negara asing (WNA). Satu berjenis kelamin laki-laki, dua wanita. Namun identitas lengkapnya belum diketahui.

Bu Ani Selalu Tegang Saat Periksa Leher Rahim

TEMPO Interaktif, Jakarta - Tak hanya perempuan biasa yang merasakan tegang dan khawatir saat pemeriksaan. Rupanya Ibu negara Ani Yudhoyono pun merasakan hal yang sama saat akan diperiksa serviksnya.

"Saya selalu tegang dan tidak nyaman saat diingatkan dan diperiksa dokter Laila," ujar Ani Yudhoyono saat pencanangan Gerakan Perempuan Melawan Kanker Serviks di Auditorium Pertamina, Kamis 6 Oktober 2011. Setiap enam bulan sekali Bu Ani mendapat pemeriksaan dari ahli kanker DR Dr Laila Nuranna SpOG (K).

Meski sudah mendapat pemeriksaan, Bu Ani pun mengaku pekan lalu mencoba melakukan pemeriksaan sendiri dengan metode Inspeksi Visual dengan Asam Asetat. Ibu Ani juga mengatakan rasa deg-degan, tegang ini selalu ada tetapi harus dilawan. Menurutnya hal ini penting untuk mendapatkan kepastian tentang kondisi kesehatan alat reproduksinya. "Tegang sebentar tapi jadi tahu keadaan organ yang kita punyai," ujarnya.

Selain itu dia juga meminta para perempuan untuk segera melakukan pemeriksaan dan skrining. Meskipun ada beberapa pengobatan tetapi lebih baik para perempuan mencegah penyakit ini. Hal ini untuk mengurangi resiko penyakit dan beban akibat munculnya penyakit ini. Dia juga meminta para perempuan mencari informasi tentang penyakit pembunuh ini.

Saat Sepakbola Kembali Menyenangkan buat Kaka

Madrid - Kaka sempat frustrasi karena rentetan cedera yang membatasi penampilannya di Real Madrid. Kini, bintang sepakbola Brasil itu kembali menikmati sepakbola seiring dengan performanya yang mulai bersinar.

Kaka bergabung dengan Madrid pada musim panas 2009 dengan biaya transfer sebesar 65 juta euro. Tapi akibat serangkaian cedera yang dideritanya, Kaka lebih akrab menghuni ruang perawatan.

Setelah sekitar dua tahun menjalani musim yang sulit bersama Los Blancos. Di musim ini, Kaka tampak sudah kembali menemukan bentuk terbaiknya.

Mantan pemain terbaik dunia ini mencetak gol kedua Madrid dan mengirim satu assist ketika timnya mengalahkan Ajax Amsterdam 3-0 di ajang Liga Champions.

"Aku sekarang menikmati sepakbola lagi. Selama ini aku menepi, cedera, ketika semua hal tidak berhasil, gairah terhadap sepakbola tidak hilang cuma sedikit tertidur," ucap gelandang berusia 29 tahun ini kepada Real TV yang dikutip AFP.

"Segalanya di atas lapangan sepertinya sulit untukku jadi sepakbola tak lagi terasa nikmat. Itu bukan kasusku sekarang. Sekarang sepakbola kembali menyenangkan, merasakan bola, lapangan."

Kaka mengucapkan terima kasih kepada sang entrenador, Jose Mourinho, karena terus memberi dukungan dan kepercayaan buat dia selama menjalani masa-masa sulit.

"Dia (Mourinho) selalu membantuku, selalu," demikian Kaka.

Mengaku Cari Tanah, Densus Intai Rumah Teroris Bekasi Seminggu

Jakarta - Sebelum melakukan penyergapan rumah terduga teroris yang terletak di Bintara, Bekasi Barat. Densus 88 antiteror Mabes Polri sudah mengintai rumah tersebut selama 1 minggu.

Saat masa pengintaian, Densus 88 mengaku ingin menyewa tanah seorang warga untuk didirikan tower BTS operator. Densus yang mengintai tersebut berjumlah 3 orang.

"Saya juga sempat ngobrol sama mereka, tapi kita tidak curiga kalau mereka itu Densus," jelas Ketua RT 8/ RW 8, Herdono saat ditemui wartawan di Jl Pondok Cipta Raya, Blok E, Bintara, Bekasi Barat, Sabtu (8/10/2011).

Menurut Herdono, anggota Densus tersebut kerap berbaur bersama warga di sebuah warung kopi. Letak warung kopi itu, sekitar 50 meter dari lokasi penyergapan.

"Iya, mereka juga sering nongkrong untuk di warkop. Sama warga-warga juga mereka ngobrol sambil ngopi bareng," jelasnya.

Mimi, pemilik warung kopi tersebut, mengaku terkejut ketika mengetahui kalau orang-orang yang biasa minum kopi di warungnya adalah anggota Densus 88. Usai melakukan penyergapan, anggota tersebut pamit kepada Mimi dan mengaku kalau diri mereka adalah anggota Densus 88.

"Iya, mereka tadi pagi ngaku kalau mereka itu Polisi. Saya kan malu, biasa kita ngobrol disini blak-blakan," ucap Bu Mimi.